Selasa, 18 Desember 2012

Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)


        A. Pengertian Pembelajaran Kooperatif
Sistem pembelajaran gotong royong atau cooperative learning merupakan sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Pembelajaran kooperatif dikenal dengan pembelajaran secara kelompok. Tetapi belajar kooperatif lebih dari sekedar belajar kelompok karena dalam belajar kooperatif ada struktur dorongan atau tugas yang bersifat kooperatif sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan yang bersifat interdepedensi efektif diantara anggota kelompok (Sugandi, 2002: 14). Hubungan kerja seperti itu memungkinkan timbulnya persepsi yang positif tentang apa yang dapat dilakukan siswa untuk mencapai keberhasilan belajar berdasarkan kemampuan dirinya secara individu dan andil dari anggota kelompok lain selama belajar bersama dalam kelompok. Untuk mencapai hasil yang maksimal, maka harus diterapkan lima unsur model pembelajaran gotong royong, yaitu :
  1. Saling ketergantungan positif ,
  2. Tanggung jawab perseorangan,
  3. Tatap muka,
  4. Komunikasi antar anggota, dan
  5. Evaluasi proses kelompok.

        B.  Karakteristik Pembelajaran Kooperatif
Adapun karakteristik pembelajaran kooperatif antara lain sebagai berikut :
  • Siswa bekerja dalam kelompok kooperatif untuk menguasai materi akademis.
  • Anggota-anggota dalam kelompok diatur terdiri dari siswa yang berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi.
  • Jika memungkinkan, masing-masing anggota kelompok kooperatif berbeda suku, budaya, dan jenis kelamin.
  • Sistem penghargaan yang berorientasi kepada kelompok daripada individu.
Selain itu, terdapat enam tahapan ketrampilan kooperatif yang harus ada dalam model pembelajaran kooperatif, yaitu:
  • Farming (pembentukan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk membentuk kelompok dan membentuk sikap yang sesuai dengan norma.
  • Functioniong (pengaturan) yaitu ketrampilan yang dibutuhkan untuk mengatur aktivitas kelompok dalam menyelesaikan tugas dan membina hubungan kerjasama diantara anggota kelompok.
  • Formating (perumusan) yaitu ketrampilan yang dibutuhkan untuk pembentukan pemahaman yang lebih dalam terhadap bahan-bahan yang dipelajari, merangsang penggunaan tingkat berpikir yang lebih tinggi, dan menekankan penguasaan serta pemahaman dari materi yang diberikan.
  • Fermenting (penyerapan) yaitu ketrampilan yang dibutuhkan untuk merangsang pemahaman konsep sebelum pembelajaran, konflik kognitif, mencari lebih banyak informasi, dan mengkomunikasikan pemikiran untuk memperoleh kesimpulan.

        C. Teknik Pembelajaran Kooperatif
Teknik pembelajaran kooperatif antara lain sebagai berikut :
           a. Mencari Pasangan
·         Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep.
·         Setiap siswa mendapat satu buah kartu.
·         Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya.

            b. Bertukar Pasanga
·         Setiap siswa mendapatkan satu pasangan.
·         Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya.
·         Setelah selesai, setiap pasangan bergabung dengan pasangan lain.
·         Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan kemudian saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban.
·         Temuan baru yang diperoleh dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula.
            c. Kepala Bernomor
·         Siswa dibagi dalam kelompok dan setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.
·         Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
·         Kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan memastikan setiap anggota kelompok mengetahui jawaban ini.
·         Guru memanggil salah satu nomor. Siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka.
            d. Keliling Kelompok
·         Salah satu siswa dalam masing-masing kelompok memulai dengan memberikan pandangan dan pemikirannya mengenai tugas yang sedang dikerjakan.
·         Siswa berikutnya juga ikut memberikan kontribusinya.
·         Demikian seterusnya. Giliran bicara bisa dilaksanakan menurut arah perputaran jarum jam atau dari kiri ke kanan
             e. Kancing Gemerincing
·         Guru menyiapkan satu kotak kecil berisi kancing-kancing.
·         Setiap siswa dalam kelompok mendapatkan dua atau tiga buah kancing.
·         Setiap kali seorang siswa berbicara, dia harus menyerahkan salah satu kancingnya.
·         Jika kancingnya sudah habis, dia tidak boleh berbicara lagi sampai kancing semua rekannya habis.
              f. Dua Tinggal Dua Tamu
·         Siswa bekerja sama dalam kelompok berempat.
·         Setelah selesai, dua orang dari setiap kelompok meninggalkan kelompoknya dan bertamu ke kelompok yang lain.
·         Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi ke tamu mereka.
·         Tamu mohon diri dan kembali ke kelompoknya kemudian melaporkan hasil temuannya.
·         Kelompok mencocokkan dan membahas hasil-hasil kerja mereka.

Daftar Pustaka
 Karlina Ina. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) sebagai Salah SAtu Strategi Membangun Pengetahuan Siswa. http://www.sd-binatalenta.com/arsipartikel/artikel_ina.pdf
 Sugandi, A. I. (2002). Pembelajaran Pemecahan Masalah Matematika Melalui Model Belajar Kooperatif Tipe Jigsaw. (Studi Eksperimen terhadap Siswa Kelas Satu SMU Negeri di Tasikmalaya). Tesis PPS UPI: Tidak diterbitkan
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar